Pembelajaran Bahasa Indonesia Cerita Fiksi dan Nonfiksi Berbasis Discovery Learning dan Creative Writing menggunakan media papan bercerita dan video tentang Kerajaan Singosari

Belajar Bahasa Indonesia seru materi Cerita Fiksi dan Nonfiksi Berbasis Discovery Learning dan Creative Writing menggunakan media Papan Bercerita dan Video tentang Kerajaan Singosari



Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan literasi murid, khususnya dalam memahami dan menghasilkan teks cerita fiksi dan nonfiksi. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru menerapkan model pembelajaran Discovery Learning yang dipadukan dengan pendekatan Creative Writing, sehingga pembelajaran menjadi aktif, bermakna, dan kontekstual, guru menggunakan media pembelajaran Papan bercerita dan video pembelajaran tentang kerajaan Singosari sesuai dengan tema kelas V di SDN Dinoyo 1

Tahap Pengenalan Materi Nonfiksi

Pembelajaran diawali dengan pengenalan cerita nonfiksi. Guru menayangkan video pembelajaran tentang Kerajaan Singosari sebagai sumber belajar utama. Melalui video tersebut, murid diajak mengamati informasi faktual mengenai peninggalan sejarah, tokoh kerajaan, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Pada tahap ini, murid melakukan kegiatan mengamati dan menanya sesuai dengan langkah Discovery Learning. Guru membimbing murid untuk menemukan ciri-ciri cerita nonfiksi, seperti berdasarkan fakta, menggunakan bahasa informatif, dan bertujuan memberikan pengetahuan. Murid kemudian menyimpulkan perbedaan cerita nonfiksi dengan cerita fiksi melalui diskusi kelas.


Pembelajaran Cerita Fiksi Menggunakan Media Papan Bercerita

Setelah memahami cerita nonfiksi, guru melanjutkan pembelajaran ke materi cerita fiksi. Guru menggunakan media papan bercerita sebagai alat bantu visual dan naratif. Guru bercerita secara langsung dengan bantuan papan bercerita, menampilkan alur, tokoh, latar, dan konflik cerita yang bertemakan sekolah dan warisan budaya, khususnya budaya Yoni yang ada di sekolah sebagai salah satu peninggalan kerajaan Kanjuruhan

Selama kegiatan berlangsung, Murid mendengarkan cerita dengan saksama. Murid kemudian diminta untuk menuliskan unsur intrinsik cerita, meliputi tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, serta amanat. Kegiatan ini melatih kemampuan menyimak, memahami isi cerita, dan mengidentifikasi struktur cerita fiksi secara mandiri.


Kegiatan Creative Writing: Menulis Cerita Fiksi

Sebagai puncak pembelajaran, guru mengajak murid untuk menerapkan pendekatan Creative Writing. murid ditugaskan untuk membuat cerita fiksi bertemakan sekolah dan warisan budaya, sesuai dengan kreatifitas mereka masing - masing dalam menyajikan hasilnya dapat berupa gambar bercerita, komik, pop up atau lainnya. Tema ini dipilih agar murid dapat mengaitkan pengalaman belajar di sekolah dengan nilai-nilai budaya yang telah dipelajari dari cerita nonfiksi Kerajaan Singosari dan cerita fiksi dari Yoni peninggalan kerajaan Kanjuruhan

Dalam proses menulis, murid didorong untuk berimajinasi, mengembangkan tokoh, menentukan alur cerita, serta menyampaikan pesan moral. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan dan umpan balik selama proses penulisan.




Penutup

Melalui penerapan model Discovery Learning dan Creative Writing, pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih hidup dan bermakna. Murid tidak hanya memahami perbedaan cerita fiksi dan nonfiksi, tetapi juga mampu menghasilkan karya cerita fiksi secara kreatif. Penggunaan video pembelajaran dan media papan bercerita terbukti membantu meningkatkan minat belajar, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan literasi siswa.

Pembelajaran ini juga menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa, khususnya Kerajaan Singosari dan Kerajaan Kanjuruhan ,sehingga Murid  belajar Bahasa Indonesia sekaligus mengenal dan menghargai sejarah dan budaya Indonesia.

Hasil karya Murid Membuat Cerita Fiksi Bertemakan Budaya atau Sekolah Warisan budaya



Penulis : Aurelia Karolina Sugi, S.Si.,S.Pd (Guru Kelas V - SDN Dinoyo 1)







Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.